Pembuka
Dua siswi di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, mogok sekolah selama sebulan. Diduga karena rencana pernikahannya dibatalkan. Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.
Latar Belakang
Dua siswi tersebut, yang duduk di kelas lima dan enam SD, semula direncanakan menikah pada libur semester akhir 2025. Namun, rencana tersebut terancam setelah kabar pernikahannya sampai ke pihak sekolah.
Fakta Penting
Sekolah kemudian berkoordinasi dengan kepala lingkungan (kaling) setempat untuk membatalkan rencana pernikahan kedua siswi. Setelah pernikahannya batal, kedua siswi tersebut tidak kembali masuk sekolah.
Dampak
Kasus ini menimbulkan perhatian publik terhadap masalah pernikahan dini di daerah pedesaan. Bupati LAZ menekankan pentingnya edukasi untuk mencegah pernikahan dini dan menjamin masa depan anak-anak.
Penutup
Kisah ini menjadi pengingat pentingnya peran komunitas dan pemerintah dalam melindungi hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan. Dengan sigapnya pihak sekolah dan kaling, diharapkan kasus serupa tidak terulang kembali.
