
Kematian Tragis 23 Warga Gaza Akibat Serangan Israel
Korban tewas akibat serangan udara Israel di Gaza, Palestina, bertambah menjadi 23 orang. Dilaporkan bahwa operasi militer Israel terus berlangsung meski dalam suasana gencatan senjata fase kedua. Ini menandai eskalasi kekerasan yang mengejutkan di kawasan yang sudah lama dipenuhi konflik.
Latar Belakang Konflik yang Berkepanjangan
Konflik antara Israel dan Hamas kembali meledak setelah periode gencatan senjata yang tidak stabil. Dilansir AFP, Rabu (4/2/2026), serbuan udara Israel ke Gaza terus dilakukan, sementara Hamas mengklaim bahwa Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata. kedua belah pihak saling menuduh sebagai penyebab pelanggaran tersebut, memicu pertumpahan darah yang lebih banyak.
Fakta Penting Tentang Serangan dan Dampaknya
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Israel membuka kembali penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir. Meskipun langkah ini diharapkan membantu meringankan krisis kemanusiaan, pertumpahan darah yang terjadi menunjukkan bahwa solusi jangka pendek tidak mampu mengatasi masalah yang lebih dalam.
Penutup: Masa Depan yang Tertabrak
Kematian 23 warga Gaza menandakan bahwa konflik ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mengekang harapan untuk perdamaian. Dengan gencatan senjata yang terus dilanggar, pertanyaan besar muncul: Apakah ada jalan keluar dari siklus kekerasan ini?












