
Latar Belakang
Setelah bentrokan mematikan antara Taliban dan pasukan Pakistan bulan lalu, pemerintah Pakistan meningkatkan upaya repatriasi migran Afganistan. Aksi ini melibatkan penggerebekan toko-toko dan rumah sewaan warga Afganistan, bahkan mencapai ibu kota Islamabad dan Rawalpindi.
Fakta Penting
Penggerebekan tidak hanya terjadi di perbatasan, tetapi juga merambah ke kota-kota besar, menyebabkan pemilik rumah Pakistan mengusir penyewa Afganistan atau menolak perpanjangan kontrak. Warga Afganistan juga menghadapi kendala besar saat mencoba memperpanjang izin tinggal, dengan biaya mahal dan proses tertunda lama.
Dampak
Kondisi ini telah menyebabkan keluarga Afganistan terpisah, bisnis terhenti, dan anak-anak berhenti sekolah. Seorang warga mengaku bersembunyi karena takut ditangkap atau mengalami kekerasan dari polisi. “Kami tidak punya waktu untuk memikirkan langkah selanjutnya,” kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.
Penutup
Krisis ini menunjukkan dampak humaniter yang parah dari ketegangan antara Taliban dan Pakistan. Migran Afganistan terjebak dalam situasi yang semakin sulit, dengan harapan untuk masa depan yang tidak jelas.












