
PT Multistrada Arah Sarana (MAS) yang merupakan produsen ban Michelin buka suara soal kondisi perusahaan di tengah isu PHK massal. Rencananya secara bertahap, pada 30 November 2025 nanti ada 280 dari sekitar 2.800 total pekerja terancam PHK oleh produsen ban asal Perancis tersebut.
Menurut Presiden Direktur MAS, Igor Zyemit, langkah yang diambil perusahaan untuk mengurangi karyawan merupakan bagian dari upaya penyesuaian terhadap kondisi pasar global yang dinamis.
Ia mengakui dalam dua tahun terakhir, industri manufaktur ban di Indonesia termasuk Michelin menghadapi tantangan besar. Termasuk salah satunya kebijakan tarif baru Amerika Serikat yang berdampak pada daya saing global perusahaannya.




