
Pusat Pelaporan dan Analisis transaksi keuangan (PPATK) optimis mampu menekan transaksi judi online (judol) sebesar 50% tahun ini. PPATK siap bekerja sama dengan lembaga lain untuk mengejar target tersebut.
“Tahun ini kita target turun 50%. Karena kita kerja sama semakin kuat,” kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ivan mengatakan, salah satu instansi yang bekerja sama dengan PPATK adalah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pemberantasan judol merupakan salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.










