Latar Belakang
Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bahwa keikutsertaan negara dalam Board of Peace (BoP), inisiatif Presiden AS Donald Trump, tidak bersifat permanen. Pernyataan ini disampaikan sehari setelah Pakar Hubungan Internasional Teuku Rezasyah memberikan komentar yang menarik perhatian. Menurut Teuku, reputasi diplomatik Indonesia dan kualitas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sudah mendapat pengakuan dari Trump sejak awal.
Fakta Penting
“Reputasi diplomatik RI dan kualitas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sudah sejak dini dihargai Presiden Donald Trump,” ujar Teuku kepada wartawan, Jumat (6/2/2026). Pernyataan ini menambah wibawa pada posisi Indonesia di kancah internasional, meski tidak menjadi anggota tetap BoP. Teuku juga menambahkan bahwa sikap Trump terhadap Indonesia mencerminkan hubungan bilateral yang kuat.
Dampak
Pernyataan Teuku tidak hanya menyoroti reputasi diplomatik Indonesia, tetapi juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah berhasil membangun jejaring internasional yang strategis. Meski tidak menjadi anggota tetap BoP, Indonesia tetap berperan aktif dalam upaya pemeliharaan perdamaian global.
Penutup
Pernyataan Teuku menggugah pertanyaan: Bagaimana Indonesia akan memaksimalkan reputasi diplomatiknya di tengah-tengah dinamika hubungan internasional yang semakin kompleks? Dengan pengakuan dari Trump dan komitmen Prabowo, mungkin Indonesia siap menyongsong era baru dalam diplomasi internasional.
Optimasi SEO: RI Tak Masuk Anggota Permanen BoP, Pakar Yakini Reputasi Diplomatik Prabowo, Pemerintah menegaskan keikutsertaan Indonesia ke dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump tidak bersifat tetap. Pakar Hubungan Internasional Teuku Rezasyah meyakini Indonesia memiliki reputasi diplomatik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“`
