
industri pelayaran global memasuki fase pengetatan. Di tengah tekanan tarif angkutan laut dan kelebihan kapasitas kapal, Maersk memutuskan memangkas ribuan posisi sebagai bagian dari langkah efisiensi besar-besaran.
Mengutip Riviera , Jumat (6/2/2026), perusahaan pelayaran dan logistik asal Denmark itu mengumumkan akan menutup sekitar 15% dari total posisi korporasi, atau setara kurang lebih 1.000 karyawan, dari sekitar 6.000 posisi kantor pusat. Langkah ini dibarengi pemangkasan biaya overhead perusahaan hingga US$ 180 juta. Proses pemberitahuan dan konsultasi dengan karyawan terkait PHK sudah dimulai.
Keputusan tersebut diambil meski secara keseluruhan kinerja keuangan Maersk sepanjang 2025 masih tergolong kuat. Pendapatan perusahaan mencapai US$ 54 miliar, dengan EBITDA US$ 9,5 miliar dan laba operasional US$ 3,5 miliar. Namun, tekanan di bisnis angkutan laut membuat perusahaan memilih fokus menjaga efisiensi ke depan.












