
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran , Abbas Araghchi , mengkritik Israel soal “doktrin dominasi” setelah Teheran melakukan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Araghchi menyebut doktrin itu memungkinkan Tel Aviv untuk memperluas persenjataan militer, sambil menekan negara-negara lainnya untuk melucuti senjata.
Perundingan antara Iran dan AS yang berlangsung di Oman pada Jumat (6/2) itu merupakan perundingan nuklir pertama sejak pembicaraan sebelumnya kolaps setelah Israel menyerang Iran pada Juni tahun lalu, yang memicu perang selama 12 hari.
Sehari usai menghadiri perundingan dengan AS di Oman, seperti dilansir AFP , Sabtu (7/2/2026), Araghchi berbicara dalam konferensi Al Jazeera Forum yang digelar di Qatar. Dalam pernyataannya, dia melontarkan kritikan terhadap Israel, rival abadi Iran.












