
Latar Belakang
Seorang pemimpin senior Hamas menegaskan bahwa gerakan Islamis Palestina tidak akan menyerahkan senjatanya atau menerima intervensi asing di Gaza. Pernyataan ini menolak tuntutan AS dan Israel, yang terus menekan Hamas untuk menghentikan perlawanan dan menerima pemerintahan asing.
Fakta Penting
Khaled Meshal, pemimpin senior Hamas yang sebelumnya memimpin kelompok tersebut, mengatakan: “Mengkriminalisasi perlawanan, senjatanya, dan mereka yang melakukannya adalah sesuatu yang tidak boleh kita terima.” Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi di Doha, Minggu (8/2/2026), dilansir AFP. Meshal juga menambahkan, “Selama ada pendudukan, ada perlawanan. Perlawanan adalah hak rakyat di bawah pendudukan … sesuatu yang dibanggakan oleh bangsa-bangsa.”
Dampak
Pernyataan Meshal mengejutkan komunitas internasional, terutama AS dan Israel, yang telah lama mencoba mengakhiri konflik di wilayah tersebut. Hamas, dengan sikapnya yang keras, menegaskan komitmennya untuk melindungi kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk intervensi asing.
Penutup
Dengan menolak pelucutan senjata dan pemerintahan asing, Hamas terus menjadi pusat perhatian dalam upaya mencapai perdamaian di Timur Tengah. Pertanyaan yang muncul adalah: apakah konflik ini akan terus berlanjut, ataukah ada jalan untuk mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan?










