
Perdana Menteri (PM) Thailand , Anutin Charnvirakul , meraih kemenangan telak dalam pemilu yang digelar pada Minggu (8/2) waktu setempat. Kemenangan ini meningkatkan prospek bahwa koalisi yang lebih stabil kini akan mampu mengakhiri periode ketidakstabilan politik yang berkepanjangan.
Anutin, seperti dilansir Reuters , Senin (9/2/2026), membubarkan parlemen dan menyerukan pemilu mendadak pada pertengahan Desember tahun lalu, di tengah konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja . Langkah itu, menurut para analis politik, disengaja untuk memanfaatkan gelombang nasionalisme yang meningkat.
Langkah tersebut akhirnya menjadi pertaruhan yang memberikan hasil yang baik bagi Anutin yang mengambil alih kekuasaan dari PM sebelumnya, Paetongtarn Shinawatra , dari partai populis Pheu Thai yang digulingkan karena percakapan telepon kontroversial dengan mantan pemimpin Kamboja.












