Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang menunggu kapan dan berapa banyak Amerika Serikat (AS) akan membayar iuran anggaran yang tertunda. Hal ini menyusul janji pekan lalu bahwa Washington akan melakukan pembayaran awal dalam beberapa minggu.
“Pengontrol (anggaran) kami telah berhubungan dengan AS; indikasi telah diberikan. Kami menunggu untuk melihat kapan tepatnya pembayaran akan dilakukan dan dalam jumlah berapa,” ujar Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dikutip dari Reuters, Selasa (10/2/2026).
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membunyikan alarm tentang keuangan pbb dalam surat tertanggal 28 Januari 2026 kepada negara-negara anggota. Pihaknya mengingatkan bahwa organisasi yang beranggotakan 193 negara tersebut berisiko mengalami keruntuhan keuangan karena iuran yang belum dibayar.


