Latar Belakang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa upaya normalisasi penuh di wilayah pascabencana Sumatera diperkirakan memerlukan waktu hingga 3 tahun. Dalam konferensi pers terbaru, Tito menyebutkan bahwa kondisi jalan di kabupaten dan provinsi masih berlumpur dan memerlukan perbaikan yang intensif. “Saya sampaikan mungkin kira-kira 2-3 tahun untuk menormalisasi penuh,” ujar Tito seusai acara Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Jakarta Pusat, Rabu (11/2/206).
Fakta Penting
Rehabilitasi sarana pendidikan pascabencana di Sumatera menjadi salah satu prioritas utama. Namun, Tito menekankan bahwa proses ini tidak mudah karena melibatkan perbaikan jalan-jalan yang terdampak luas. “Jalan provinsi sudah fungsional, namun untuk dipermanenkan, kita perlu waktu lebih lama,” jelasnya. Dengan lebih dari 50 ruas jalan yang terkena dampak, upaya rehabilitasi menjadi semakin kompleks.
Dampak
Perkiraan waktu normalisasi 2-3 tahun ini menimbulkan pertanyaan tentang dampak sosial dan ekonomi di wilayah tersebut. Masyarakat diharapkan tetap bersabar sambil pemerintah terus mempercepat proses rehabilitasi. “Kami berupaya keras untuk memastikan semua infrastruktur kembali berfungsi dengan baik,” pungkas Tito.
Penutup
Rehabilitasi sarana pendidikan pascabencana di Sumatera Dikebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemulihan. Namun, tantangan yang dihadapi menunjukkan bahwa upaya ini tidak bisa selesai dalam semalam. Dengan komitmen pemerintah, diharapkan masyarakat dapat kembali merasakan kenyamanan dan keamanan dalam waktu 2-3 tahun ke depan.












