
Latar Belakang
Komika terkenal Pandji Pragiwaksono baru-baru ini menjalani ritual adat Ma’sarrin dan Kadang Tua’, yaitu permohonan maaf kepada leluhur Toraja. Ritual ini diikuti dengan penyembelihan satu ekor babi dan lima ekor ayam sebagai persembahan, yang kemudian dimakan bersama oleh peserta.
Fakta Penting
Ritual ini digelar di wilayah Tongkonan Kaero Sangalla’, tana toraja, Sulawesi Selatan, pada Rabu (11/2/2026). Menurut laporan detikSulsel, hewan yang disembelih tidak hanya sebagai sanksi denda bagi Pandji, tetapi juga sebagai sarana penyucian dan pemulihan harmonisasi yang telah rusak.
Dampak
Ritual ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan sosial dan spiritual di masyarakat Toraja. Melalui persembahan ini, Pandji dan peserta lainnya menghormati tradisi leluhur sekaligus memohon ampun atas kesalahan yang dilakukan.
Penutup
Pandji Pragiwaksono’s ritual minta maaf ke leluhur Toraja menjadi contoh bagaimana tradisi adat dapat menjadi jembatan harmoni antara generasi modern dengan warisan budaya. Dengan santap hidangan persembahan, komika ini menunjukkan penghormatan yang tinggi terhadap leluhur dan tradisi yang diwariskan.












