
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan kawasan sentra industri garam nasional (K-SIGN) di Rote Ndao dalam mewujudkan swasembada garam pada 2027. Kawasan industri garam tersebut berdiri di atas lahan 12.597,69 hektare (ha).
Direktur Sumber Daya Kelautan KKP Frista Yorhanita menyebut tidak semua pembangunan industri garam di kawasan tersebut dilakukan pemerintah. Mengingat, kemampuan anggaran yang dimiliki KKP hanya mampu menggarap dua dari total 10 zona.
“Pengembangan kawasan industri Rote itu kan tidak mungkin pemerintah semua. Kemampuan APBN kami paling ya hanya bisa di 2 zona, sisa 8 zonanya itu harus dilakukan oleh investor,” ujar Frista dalam acara Hilirisasi Garam untuk Indonesia Mandiri di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).










