
Pemerintah Provinsi Banten mengungkapkan kabar mengejutkan terkait kondisi infrastruktur di wilayahnya. Kabupaten Lebak menjadi daerah dengan jalan rusak paling panjang, mencapai 200 kilometer. Data ini dinyatakan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Arlan Marzan, yang juga menambahkan bahwa Pandeglang dan Serang mengalami masalah serupa, meskipun dengan skala yang lebih kecil.
Latar Belakang
Pemprov Banten menyampaikan bahwa kondisi jalan rusak ini menjadi simbol kesenjangan infrastruktur yang signifikan di wilayah tersebut. Arlan Marzan menjelaskan bahwa Lebak menjadi prioritas karena kerusakan yang paling parah, disusul oleh Pandeglang dan Serang.
Fakta Penting
– Lebak memiliki 200 km jalan rusak berat.
– Pandeglang tercatat 40 km jalan dalam kondisi serupa.
– Di Serang, Desa Cikedung menjadi titik fokus dengan 10 km jalan yang belum pernah diperbaiki.
Dampak
Kondisi ini tidak hanya merugikan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga memperlambat pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan. Masyarakat setempat mengeluhkan sulitnya akses ke fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah.
Penutup
Pemprov Banten diharapkan dapat segera menangani masalah ini untuk menghindari dampak sosial yang lebih luas. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah anggaran infrastruktur tahun ini mampu menopang perbaikan jalan sepanjang 200 km di Lebak dan daerah lainnya?












