Di Tegal, Desa Padasari yang dulu tenang kini terguncang karena tanah gerak yang merusak ratusan rumah dan mewujudkan ribuan pengungsi. Fenomena ini bukan hanya tragedi, tapi juga peluang unik untuk bisnis dan investasi.
Strategi Investasi
Tanah gerak di Tegal membuka pintu untuk investasi dalam sektor properti dan infrastruktur. Pelaku bisnis dapat memanfaatkan situasi ini dengan membangun rumah atau apartemen yang tahan gempa. Estimasi biaya per unit mulai dari Rp500 juta, dengan ROI yang potensial karena krisis tempat tinggal.
Manajemen Risiko
Investasi di daerah rawan tanah gerak memerlukan perencanaan matang. Perusahaan harus bekerja sama dengan ahli geologi untuk meminimalisir risiko. Risiko utama adalah kerusakan akibat tanah gerak, yang dapat dicegah dengan teknologi konstruksi modern.
Studi Kasus Sukses
Di luar negeri, negara seperti Jepang sudah menerapkan teknologi anti-gempa yang efektif. Implementasi serupa di Tegal dapat menjadi contoh baik.
Penutup
Strategi ini tidak hanya mengatasi krisis tempat tinggal, tapi juga membuka peluang bisnis jangka panjang. Dengan manajemen yang baik, Tegal dapat bangkit dari keterpurukan menjadi icon keberhasilan investasi di sektor properti.










