
Pemerintah Indonesia Diminta Batasi Wilayah Operasi ISF di Gaza
Kelompok milisi Hamas menanggapi rencana Indonesia untuk mengirim ribuan tentara sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Jalur Gaza. Pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan, menekankan bahwa wilayah kerja pasukan internasional, termasuk dari Indonesia, harus dibatasi di perbatasan Jalur Gaza. Hamas juga menyoroti pentingnya memperjelas tugas pasukan, yaitu mencegah agresi militer Israel dan menghentikan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Latar Belakang
ISF adalah pasukan keamanan dan penjaga perdamaian multinasional yang diamanatkan PBB. Pasukan ini dibentuk sebagai bagian dari rencana perdamaian Gaza yang dirancang AS dan disepakati oleh Israel serta Hamas pada akhir 2025. Rencana Indonesia untuk ikut serta dalam ISF menjadi perhatian khusus, terutama setelah Hamas mengajukan permintaan khusus terkait batasan wilayah dan tugas pasukan.
Fakta Penting
– Hamas menekankan pentingnya keterbatasan wilayah operasi ISF di perbatasan Gaza.
– Tugas pasukan harus fokus pada Pencegahan agresi Israel dan penghentian pelanggaran gencatan senjata.
– ISF merupakan inisiatif internasional yang diamanatkan PBB untuk memastikan stabilitas di Gaza.
Dampak
Permintaan Hamas kepada Indonesia untuk membatasi wilayah operasi ISF menunjukkan kekhawatiran terhadap potensi pengaruh luar di wilayah yang kontroversial. Ini juga menjadi ujian bagi Indonesia dalam memposisikan diri sebagai negara yang aktif dalam usaha perdamaian internasional. Bagaimana Indonesia akan menanggapi permintaan ini, dan apakah akan ada perubahan strategis dalam rencana pengiriman pasukan, menjadi pertanyaan penting yang menarik perhatian dunia internasional.












