
Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan keterbukaan informasi publik, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan pertemuan global Ocean Impact Summit (OIS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada 8-9 Juni mendatang. Langkah tersebut bertujuan untuk membangun kepercayaan investor untuk berinvestasi di sektor kelautan nasional.
Pada OIS 2026, keterbukaan informasi menjadi enabler utama bagi Stream D – Ocean as a Governance & Innovation System. Artinya, laut dipandang bukan hanya sebagai sumber daya, tetapi sebagai sistem tata kelola yang membutuhkan data terbuka, inovasi, dan partisipasi multipihak.
“Ini menjadi bagian penting untuk pembangunan ekonomi biru, bagaimana kita mengangkat potensi-potensi ekonomi biru dari laut ini, yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pendapatan negara,” ungkap Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).












