
“Mampukah RI Mau Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir? Ini bukan hanya pertanyaan teknis, tetapi juga peluang bisnis yang menjanjikan. Pakar energi dari berbagai Universitas di Indonesia mendukung langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadlia mengembangkan energi nuklir dalam negeri. Pengembangan energi nuklir dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target transisi menuju energi bersih.
Efisiensi Biaya dan ROI yang Menjanjikan
Pengembangan small modular reactor (SMR) sebagai bagian dari PLTN modular menawarkan solusi yang efisien dari segi biaya. Dengan kapasitas yang lebih kecil, SMR memungkinkan investasi yang lebih terjangkau namun tetap memberikan dampak strategis. Menurut Prof. Muhammad Bachtiar Nappu dari Universitas Hasanuddin (Unhas), model ini tidak hanya memperkuat keamanan energi, tetapi juga menjanjikan return on investment (ROI) yang menggiurkan dalam jangka panjang.
Strategi Investasi yang Cerdas
Investasi pada energi nuklir dapat menjadi sarana diversifikasi portofolio yang aman. Dengan pertumbuhan global yang pesat di sektor energi bersih, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemain utama di pasar internasional. Strategi ini juga mendukung komitmen negara dalam mengurangi emisi karbon, yang semakin menjadi fokus utama investor global.
Manajemen Risiko yang Terencana
Seperti dalam setiap proyek energi, risiko teknis dan regulasi adalah aspek kritikal yang perlu diperhatikan. Namun, dengan pendekatan yang terencana dan teknologi terbaru, risiko ini dapat dikendalikan. Indonesia dapat belajar dari negara-negara yang telah berhasil mengimplementasikan SMR, seperti Amerika Serikat dan China, untuk memastikan proses pengembangan yang aman dan efektif.
Mampukah RI Mau Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir? Dengan strategi bisnis yang cerdas dan dukungan dari pakar energi, jawabannya adalah pasti mungkin. Proyek ini tidak hanya akan meningkatkan ketahanan energi, tetapi juga membuka pintu untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui sektor energi yang lebih bersih dan inovatif.”










