Tradisi Melebihi Waktu: Sembahyang Imlek di Klenteng Tertua Bekasi
Bekasi – Imlek 2577 menjadi momentum istimewa bagi ratusan umat yang menghadiri Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi. Klenteng berusia tiga abad ini menjadi saksi bisu tradisi sembahyang Imlek yang tetap lestari hingga kini. Di dalam ruangan yang penuh dengan hiasan merah dan ornamen khas Tahun Baru Imlek, ibadah berlangsung dengan khidmat, menandakan kekuatan spiritual dan budaya yang melekat di masyarakat.
Latar Belakang
Klenteng Hok Lay Kiong, didirikan pada abad ke-19, merupakan klenteng tertua di Kota Bekasi. Sebagai tempat ibadah yang bersejarah, klenteng ini tidak hanya menjadi pusat spiritual bagi umat Tionghoa, tetapi juga menjadi bagian integral dari sejarah dan budaya lokal. Pada momen Imlek tahun ini, klenteng tersebut kembali menjadi sorotan karena dihadiri oleh ratusan umat yang ingin merayakan tahun baru dengan penuh keramaian dan keharmonian.
Fakta Penting
Sembahyang Imlek di Klenteng Hok Lay Kiong tahun ini menampilkan tradisi-tradisi kuno yang masih dipertahankan. Mulai dari upacara pengharapan, penaburan bunga, hingga doa bersama, semuanya dilakukan dengan penuh keikhlasan. Menurut sumber terpercaya, acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pejabat setempat, menunjukkan keterpaduan antara agama, budaya, dan sosial di Kota Bekasi.
Dampak
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk beribadah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tali silaturahmi antar umat. Dengan adanya tradisi sembahyang Imlek di klenteng berusia tiga abad ini, masyarakat Bekasi kembali mengingat pentingnya melestarikan budaya dan agama yang menjadi ciri khas Indonesia.
Penutup
Potret sembahyang Imlek di Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi, merupakan bukti nyata bahwa tradisi dan budaya dapat bertahan melebihi waktu. Lewat momen ini, Kota Bekasi kembali menunjukkan kekayaan budayanya yang patut dijaga dan dipelihara. Bagaimana dengan kota Anda?












