
Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, mengungkapkan lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, bukan merupakan fenomena sinkhole. Adrin mengatakan lubang tersebut terjadi akibat longsoran geologi.
Adrin mengatakan kawasan tersebut tidak terdiri dari batu gamping yang biasanya memicu terjadinya sinkhole. Namun, oleh material tufa hasil aktivitas Gunung Geurendong yang sudah tidak aktif. Tufa ini, lanjut Adrin, merupakan lapisan muda yang belum terpadatkan dengan baik, sehingga mudah runtuh.
“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” jelas Adrin dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).












