
Strategi Investasi untuk Menekan Naiknya Harga Bahan Pokok
Harga bahan pokok seperti beras, gula, dan Minyakita melonjak pada bulan Ramadan, menyebabkan beban pada konsumen dan pengusaha. Perum Bulog menanggapi tantangan ini dengan mengintroduce program strategis: pembukaan kios di 146 Pasar Jaya. Dengan menjadi distributor utama, Bulog tidak hanya meningkatkan ketersediaan stok, tetapi juga memastikan harga tetap terjangkau melalui HET (Harga Eceran Tertinggi) dan HAP (Harga Acuan Penjualan).
Manfaat bagi Pengecer dan Investor
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa kios ini dirancang untuk menyederhanakan proses pembelian dan mengurangi biaya logistik bagi pengecer. Selain itu, ini menjadi langkah cerdas untuk menarik investor karena menjanjikan stabilitas pasar dan potensi ROI yang tinggi.
Studi Kasus Sukses: Pilot Project di 146 Pasar Jaya
Pilot project ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek tetapi juga menawarkan model bisnis yang scalable. Dengan menyediakan kios khusus di setiap pasar, Bulog memastikan bahwa stok bahan pangan selalu terjaga, sehingga mengurangi risiko kekurangan pasokan.
Rekomendasi Berbasis Data
Strategi ini patut ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain yang ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dan menekan inflasi, terutama pada saat-saat puncak seperti Ramadan. Dengan investasi yang cermat dan manajemen risiko yang baik, model kios strategis seperti ini dapat menjadi kunci untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih sehat dan terjangkau.












