
Presiden Ghana John Dramani Mahama ingin mengajukan proposal yang didukung oleh 40 negara anggota Uni Afrika pada bulan Maret di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurutnya, proposal resolusi ini merujuk pada dasar hukum yang kuat serta “kewajiban moral yang tak terbantahkan”.
Resolusi tersebut hanyalah langkah awal, katanya di sela-sela KTT Uni Afrika di Addis Ababa akhir pekan lalu. Dengan dukungan luas dari Uni Afrika, kebenaran sejarah tentang perbudakan transatlantik akhirnya harus diakui sebagai kejahatan paling serius terhadap kemanusiaan.
Para sejarawan sepakat bahwa perdagangan budak antara abad ke-15 hingga ke-19, pemindahan paksa jutaan orang dari Afrika ke Amerika Utara, Tengah, dan Selatan merupakan salah satu tragedi besar dalam sejarah manusia. Diperkirakan lebih dari 15 juta pria, wanita, dan anak-anak dipindah paksa selama sekitar 400 tahun.










