
Latar Belakang
Polemik Dwi Sasetyaningtyas, alumni penerima beasiswa LPDP, kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan video kontroversial di media sosial. Dalam video tersebut, Dwi memamerkan paspor kewarganegaraan asing untuk anaknya dan membuat pernyataan yang tidak mencerminkan sikap nasionalis Indonesia. Sikapnya ini mendapat kritik tajam dari masyarakat, bahkan sampai membuatnya harus mengunggah pernyataan maaf. Namun, dampaknya tidak berhenti di situ—suaminya, yang juga alumni LPDP, juga dipanggil pemerintah Indonesia terkait kewajiban beasiswanya yang belum tuntas.
Fakta Penting
Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumni LPDP, mengungkapkan sikap yang mengejutkan melalui video di media sosial. Ia memamerkan paspor asing untuk anaknya dan mengeluarkan pernyataan yang dianggap tidak sesuai dengan semangat nasionalisme Indonesia. Fenomena ini bukanlah pertama kali terjadi—banyak mahasiswa Indonesia di luar negeri menghadapi dilema serupa. Namun, Dwi menjadi kasus khusus karena sikapnya yang terlihat tidak memperhatikan konsekuensi dari perbuatannya.
Dampak
Kontroversi ini tidak hanya menyeret Dwi dan suaminya, tetapi juga mengingatkan publik pada urgensi nasehat Tan Malaka tentang pentingnya identitas dan nasionalisme. Pemerintah Indonesia pun terlibat, memanggil suami Dwi terkait kewajiban beasiswanya yang belum selesai. Fenomena ini menunjukkan bahwa tantangan terhadap semangat kebangsaan bukanlah hal yang asing, terutama di kalangan pelajar Indonesia di luar negeri.
Penutup
Polemik Dwi LPDP menjadi cerminan nyata dari pentingnya refleksi dan penghargaan terhadap nasehat-nasehat sejarah seperti Tan Malaka. Dengan kasus ini, kita diingatkan bahwa identitas dan nasionalisme Indonesia bukanlah sesuatu yang bisa dipandang sebelah mata. Bagaimana kita menjawab tantangan ini akan menentukan masa depan bangsa kita.












