
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud buka suara soal polemik pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar. Dia menilai, mobil dinas yang dianggarkan itu sudah sesuai dengan aturan yang ada.
Dikutip detikKalimantan , Rudy mengatakan mobil dinas itu akan digunakan untuk menunjang kegiatan kepala daerah. Dia menilai, posisi Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat mobilitas kepala daerah harus banyak menyambut tamu.
“Kalimantan Timur adalah Ibu Kota Nusantara, miniatur Indonesia. Tamu bukan hanya kepala daerah se-Indonesia, tapi juga global. Masa iya kepala daerahnya pakai mobil kadarnya. Kita jaga marwahnya Kaltim,” kata Rudy dikutip detikKalimantan.










