
Latar Belakang
Dunia sedang menghadapi fase instabilitas yang belum pernah terjadi sejak berakhirnya Perang Dingin. Data dari Uppsala Conflict Data Program (UCDP) menunjukkan peningkatan signifikan dalam konflik berbasis negara, mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Konflik tidak hanya meningkat dalam jumlah, tetapi juga dalam intensitas dan durasi.
Fakta Penting
Global Peace Indeks (GPI) mencatat bahwa angka korban akibat perang hingga 2025 mencapai rekor tertinggi sepanjang abad ke-21, dengan ratusan ribu korban jiwa dan jutaan orang mengungsi akibat konflik bersenjata yang meluas. Pada tahun 2026, GPI memproyeksikan bahwa perang Ukraina melawan Rusia akan menelan sekitar 28.300 korban jiwa, sementara konflik di Gaza akan menyebabkan sekitar 7.700 kematian.
Dampak
Konflik global yang semakin merajalela menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang dalam. Dana untuk bantuan kemanusiaan semakin terbatas, sementara kebutuhan masyarakat yang terdampak semakin meningkat. Dunia perlu bersinergi untuk memperkuat resiliensi fiskal, sehingga mampu menangani krisis yang terjadi tanpa mengorbankan masa depan.
Penutup
Dengan meningkatnya konflik global, dunia tidak bisa lagi menunda langkah-langkah strategis untuk memperkuat daya tahan fiskal. Pada tahun 2026, angka korban perang di Ukraina dan Gaza menunjukkan bahwa ketidakstabilan ini tidak hanya mempengaruhi negara-negara terlibat, tetapi juga menimbulkan dampak luas yang meresahkan masyarakat internasional.












