
Latar Belakang
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok merancang langkah ambisius dengan rencana membangun pabrik pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Proyek ini memiliki kapasitas mengolah 1.000 ton sampah setiap hari, menjanjikan solusi untuk mengurangi beban TPA Cipayung yang sudah mendekati kapasitas maksimal.
Fakta Penting
Proyek pabrik pengolahan sampah ini tidak hanya bertujuan untuk memeringankan beban TPA Cipayung, tetapi juga mengurangi ketergantungan Kota Depok pada Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengungkapkan bahwa proses kerja sama dengan calon mitra sedang berlangsung secara intensif. “Kami optimis proyek ini akan segera rampung dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Depok,” ujar Reni.
Dampak
Dengan kapasitas 1.000 ton per hari, pabrik pengolahan sampah diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA Cipayung, sehingga memperpanjang usia operasional TPA tersebut. Selain itu, proyek ini juga akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan efisiensi sistem pengelolaan sampah kota.
Penutup
Rencana pembangunan pabrik pengolahan sampah di Depok bukan hanya jawaban atas masalah lingkungan, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warga. Apakah proyek ini akan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia? Hanya waktu yang akan menunjukkan.












