
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan hak asasi manusia (HAM) merupakan aset tak berwujud paling mahal dalam peradaban modern. Tetapi HAM mencakup dimensi filosofis, prinsip, ilmu pengetahuan, serta instrumen internasional yang bersifat universal sekaligus partikular.
Natalius Pigai mengatakan bahwa HAM tidak hanya mengatur tentang manusia tetapi juga relasi dengan lainnya.
“Hak asasi manusia tidak hanya mengatur tentang manusia semata, tetapi juga relasinya dengan nilai, alam, negara, masyarakat, perilaku hidup bernegara, hingga relasi dengan Tuhan,” ujar Pigai, dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).




