
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (“Garuda”) (IDX: GIAA) menargetkan tahun 2026 sebagai fase turnaround kinerja Perseroan. Target ini sejalan dengan pemulihan kapasitas produksi secara bertahap, penguatan struktur permodalan, serta berbagai inisiatif bisnis dan operasional. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi yang terus dijalankan oleh Garuda Indonesia Group untuk memperkuat fondasi bisnis ke depan.
Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar US$3,22 miliar, turun 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring fase konsolidasi operasional untuk memperkuat fundamental bisnis. Adapun penurunan kinerja Garuda Indonesia Group utamanya dipengaruhi oleh terbatasnya kapasitas produksi pada semester I 2025 dimana jumlah unserviceable aircraft masih menunggu scheduled maintenance.
Pada tahun ini, Perseroan turut mencatatkan rugi bersih sebesar US$319,39 juta. Hal ini turut dipengaruhi oleh fluktuasi kurs, serta peningkatan biaya fixed cost seiring intensitas program pemulihan serviceability armada yang belum serviceable.










