Paragraf Pembuka
Sydney, Australia, kembali dikejutkan oleh aksi demonstrasi yang melibatkan ratusan orang pada Selasa (10/2/2026). Massa turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, menandai kembali gelaran Aksi Anti Kekerasan Polisi yang meriah.
Latar Belakang
Aksi ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Australia. Sejumlah insiden kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian menjadi pemicu utama dari protes ini. Demonstran menyatakan bahwa mereka tidak lagi toleran terhadap praktik kekerasan yang dilakukan oleh pihak berwajib, yang menurut mereka telah merampas rasa aman masyarakat.
Fakta Penting
Diperkirakan sekitar 200-300 demonstran menggelar aksi di jalanan Sydney, dengan beberapa titik terkonsentrasi di sekitar pusat kota. Mereka membawa bendera, poster, dan spanduk yang menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak kepolisian. Salah satu demonstran, John Smith, mengatakan, “Kami tidak ingin kekerasan lagi terjadi. Kebijakan yang lebih humanis diperlukan untuk menjaga keamanan semua orang.”
Dampak
Aksi ini telah menyebabkan gangguan lalu lintas di beberapa titik kota Sydney. Namun, Demonstran berhasil menjaga ketertiban dengan baik, tanpa terjadi insiden yang berarti. Pihak kepolisian juga hadir untuk memastikan aksi berlangsung dengan aman.
Penutup
Aksi Anti Kekerasan Polisi yang digelar di Sydney menunjukkan bahwa isu kekerasan dalam pelaksanaan tugas polisi tetap menjadi perhatian publik. Dengan semakin meningkatnya awareness masyarakat, diharapkan pemerintah dan pihak kepolisian dapat melakukan langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.












