
Program Waste-to-Energy (WtE) atau sulap sampah menjadi listrik sudah memasuki fase tender. Terdapat 24 peserta yang merupakan perusahaan internasional berpengalaman. Perusahaan-perusahaan yang lolos menjadi peserta tender ini diwajibkan membentuk konsorsium.
Lead of WtE Danantara Indonesia, Fadli Rahman, menjelaskan konsorsium yang nantinya dibentuk diharapkan memberi transfer teknologi kepada perusahaan lokal atau pemerintah daerah (pemda). Untuk tahap pertama, pengembangan WtE difokuskan di empat kota, yakni Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.
“Tender ini menunjukkan dalam menjalankan prosesnya Danantara selalu memastikan adanya tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (16/02/2026).










