
Transformasi keuangan digital kini menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Perkembangan pesat ini membawa Indonesia menempati posisi ke-43 dalam World Digital Competitiveness Ranking 2024, menandakan kemajuan signifikan dalam adopsi teknologi dan inovasi finansial.
Sebagai bentuk nyata komitmennya mendorong ekonomi digital, Bank Indonesia (BI) kembali menggelar FEKDI x IFSE 2025 (Festival Ekonomi dan Keuangan Digital). Tahun ini, ajang tersebut bersinergi dengan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjadi wadah penting yang mempertemukan regulator, pelaku industri, hingga masyarakat untuk memperkuat ekosistem digital nasional.
Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, Indonesia tumbuh menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi dan keuangan digital tercepat di dunia. Salah satu tonggak pentingnya adalah peluncuran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada tahun 2019, yang terbukti memberi manfaat besar, terutama di masa pandemi COVID-19.










