
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar US$ 0,95 miliar. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut, terutama sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus pada Januari 2026 ditopang oleh surplus pada komoditi non migas sebesar US$ 3,22 miliar.
“Komoditi penyumbang surplus pada nonmigas yaitu lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,” kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).












