
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meyakini Indonesia bisa setop impor solar pada 2026. Hal ini menyusul beroperasinya kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan yang membuat produksi solar dalam negeri surplus.
Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengenang masa di mana kapasitas kilang Indonesia sempat kalah dari Singapura. Hal ini membuat Indonesia terjebak dalam impor crude, termasuk produk jadinya.
Pada 2025, Indonesia masih mengimpor lebih dari 4 juta kiloliter (KL) solar untuk menutupi kebutuhan solar dalam negeri. Sementara, saat ini produksi solar dalam negeri sebesar 19 juta KL. Dengan beroperasinya RDMP Pertamina di Balikpapan, Laode menyebut akan ada tambahan produksi solar sebanyak 7 juta KL.










