
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengecam Jerman atas standar ganda dan kemunafikannya dalam hal hak asasi manusia. Hal ini disampaikannya menyusul komentar Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menuduh negara itu membunuh para demonstran dan menyebut rezim Iran tengah “menjalani hari-hari terakhir”.
Araghchi mengatakan bahwa Jerman adalah pemerintah yang “mungkin paling tidak tepat” untuk memberi ceramah kepada negara lain tentang hak asasi manusia. Dia menyebut kredibilitas Berlin telah “hancur” oleh dukungan totalnya terhadap genosida Amerika Serikat-Israel di Gaza.
“Ketika Iran mengalahkan teroris yang membunuh warga sipil dan petugas polisi, kanselir Jerman bergegas menyatakan bahwa ‘kekerasan adalah ekspresi kelemahan’,” tulis Araghchi di media sosial X, dilansir media Iran, Press TV , Rabu (14/1/2026).












