
Latar Belakang
Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg, Iran, jika Teheran terus memblokir kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ancaman ini terjadi tengah Iran dikabarkan akan mengizinkan kapal tanker melintasi Selat Hormuz dengan syarat transaksi menggunakan mata uang China, yuan.
Fakta Penting
Dilansir CNN pada Minggu (15/3/2026), seorang pejabat senior mengungkapkan bahwa Iran sedang mempertimbangkan rencana ini. Dengan ketentuan bahwa kargo minyak diperdagangkan dalam yuan China, Teheran berencana mengizinkan sejumlah kecil kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan saat Iran sedang memperbaiki rencana pengelolaan arus kapal tanker melalui selat strategis tersebut.
Dampak
Penggunaan yuan sebagai media transaksi dalam skema ini mungkin akan mempengaruhi dinamika ekonomi regional dan internasional. Ancaman Trump untuk menyerang infrastruktur minyak Iran menambah ketegangan di wilayah tersebut, sementara langkah Iran untuk menerima transaksi dalam yuan bisa menjadi upaya untuk meminimalkan dampak embargo internasional.
Penutup
Langkah Iran ini tidak hanya menjanjikan solusi jangka pendek untuk mengurangi blokade di Selat Hormuz, tetapi juga mungkin menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama dengan China. Namun, apakah ini akan menurunkan ketegangan atau malah memicu reaksi keras dari AS dan sekutu-sekutuannya? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban.










