
angkatan laut iran dikabarkan menyerang dua kapal tanker di pelabuhan Irak pada Kamis (12/3/2026). Serangan ini memperpanjang gangguan pasokan minyak dunia.
Dilansir dari Reuters, serangan ini juga dilakukan untuk membantah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengklaim telah memenangkan perang di Timur Tengah. Beberapa jam sebelumnya, diketahui Iran telah menghantam tiga kapal lain di kawasan Teluk.
Garda Revolusi Iran juga telah mengklaim serangan tersebut. Salah satu kapal yang diserang Iran memuat barang curah Thailand yang mudah terbakar. Kemudian kapal kontainer lain dilaporkan dihantam oleh proyektil tak dikenal di dekat Uni Emirat Arab hari ini.










