Latar Belakang
Jember, Jawa Timur – Banjir bandang yang melanda kawasan Jember beberapa hari lalu menyebabkan kerusakan parah pada “Jembatan Cinta di Jember Putus Diterjang Banjir.” Jembatan yang menjadi penghubung utama antarwarga ini terputus, mengganggu akses transportasi sehari-hari. Warga kini harus memutar jarak lebih jauh untuk mencapai tujuan, menambah beban waktu dan biaya perjalanan.
Fakta Penting
Menurut data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Jember, jembatan tersebut sudah berusia lebih dari 30 tahun dan sering mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem. Banjir kali ini menjadi pemicu utama kerusakan yang lebih parah. Pihak PUPR telah memastikan bahwa jembatan tidak dapat digunakan sementara waktu dan tengah mempersiapkan rencana perbaikan atau penggantian.
Dampak
Kerusakan jembatan tidak hanya mempengaruhi mobilitas warga tetapi juga ekonomi setempat. Para pedagang di sekitar jembatan mengeluh karena penurunan angka kunjungan pelanggan. “Saya sudah kehilangan banyak omzet karena jembatan ini terputus,” ujar Ibu Siti, seorang pedagang kaki lima.
Penutup
Sebagai ikon wisata dan infrastruktur vital, “Jembatan Cinta di Jember Putus Diterjang Banjir” membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Warga Jember menantikan solusi cepat agar kehidupan sehari-hari dapat kembali normal. Sampai jembatan diperbaiki atau diganti, masyarakat harus tetap bersabar dan mencari alternatif transportasi yang lebih efektif.










