Berita

**Kecemerlangan Majapahit vs. Kegelapan Eropa: Kisah Diplomasi Abad-19 di Balik Perjanjian Turin**

×

**Kecemerlangan Majapahit vs. Kegelapan Eropa: Kisah Diplomasi Abad-19 di Balik Perjanjian Turin**

Sebarkan artikel ini
**Kecemerlangan Majapahit vs. Kegelapan Eropa: Kisah Diplomasi Abad-19 di Balik Perjanjian Turin**
**Kecemerlangan Majapahit vs. Kegelapan Eropa: Kisah Diplomasi Abad-19 di Balik Perjanjian Turin**

Latar Belakang
Melalui perjanjian Turin tahun 1860 antara Kaisar Napoleon III dan Raja Victor Emmanuel II, Kabupaten Nice yang semula milik Savoy di Italia-Alpen akhirnya menjadi bagian dari Perancis. Peristiwa ini sering dikenal sebagai “pencaplokan Nice,” tetapi sebenarnya merupakan imbalan atas bantuan Prancis dalam unifikasi Italia. Dari sudut pandang Indonesia, ini adalah hasil diplomatik geopolitik, bukan tindakan rakus atau hasrat kekuasaan.
Fakta Penting
Perjanjian Turin bukan hanya soal pengambilalihan wilayah, tetapi juga cerminan kompleksitas diplomatik abad ke-19. Majapahit, dengan kemakmuran dan kekuatannya, menjadi kontras menakjubkan bagi Prancis yang saat itu dilanda perang 100 tahun melawan Inggris dan wabah Black Death. Kerja sama internasional seperti ini menunjukkan bahwa diplomasi sering kali berbasis pada kepentingan mutual dan strategi jangka panjang.
Dampak
Perjanjian ini mengubah peta geopolitik Eropa dan menjadi bagian penting dalam sejarah unifikasi Italia. Di tengah kegelapan Eropa, Majapahit tetap bersinar sebagai contoh kerja sama internasional yang efektif.
Penutup
Bagaimana dampak sejarah ini bagi hubungan internasional saat ini? Perjanjian Turin mengingatkan kita bahwa diplomatik adalah seni yang rumit, penuh dengan tawar-menawar dan kepentingan yang saling bertabrakan. Majapahit, dalam kisah ini, menjadi simbol kemakmuran dan kekuatan yang tetap terang bahkan di masa kegelapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *