
Seorang anak Palestina berusia 13 tahun tewas akibat menginjak ranjau di dekat kamp militer Israel di Tepi Barat yang diduduki. Kejadian ini terjadi di Jiftlik, Lembah Yordania utara, dan telah dikonfirmasi oleh sumber dari Kementerian Pertahanan Israel.
Latar Belakang
Anak tersebut meninggal setelah ranjau yang ditinggalkan dari kamp lama meledak. Menurut pernyataan Bulan Sabit Merah Palestina, jenazah anak tersebut diterima di lokasi kejadian. Kejadian ini terjadi beberapa hari setelah ketegangan di wilayah tersebut meningkat, menambah daftar korban dalam konflik yang sudah berlangsung lama.
Fakta Penting
– Anak tersebut merupakan korban terbaru dari ranjau yang tidak dijaga di kamp militer Israel.
– Kementerian Pertahanan Israel telah mengakui kejadian tersebut, meskipun belum memberikan komentar tambahan.
– Bulan Sabit Merah Palestina mengecam penggunaan ranjau sebagai senjata yang merugikan warga sipil.
Dampak
Kejadian ini menambah polemik seputar penggunaan ranjau di wilayah yang diduduki, yang kerap menimbulkan korban jiwa sipil. Sejumlah LSM internasional telah mengecam praktik ini sebagai pelanggaran hukum internasional.
Penutup
Kematian anak Palestina ini menjadi pengingat akan dampak jangka panjang konflik di Tepi Barat. Sementara Israel menegaskan bahwa langkah-langkah keamanan diperlukan, korban sipil seperti ini terus menjadi masalah yang mengecewakan. Dengan kejadian ini, pertanyaan tentang solusi perdamaian yang nyata semakin mendesak untuk ditangani.












