
Jumlah korban tewas akibat ledakan di tambang batu bara ilegal di India bertambah menjadi 23 orang. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/2) waktu setempat di distrik East Jaintia Hills, menghancurkan tambang yang dikenal sebagai ‘tambang lubang tikus’.
Latar Belakang
Ledakan dahsyat terjadi di tambang batu bara ilegal di distrik East Jaintia Hills, India, pada Kamis (5/2) lalu. Peristiwa ini menewaskan 23 orang dan menghancurkan infrastruktur tambang yang sudah dikenal sebagai ‘tambang lubang tikus’. Tambang ini dinyatakan ilegal karena tidak memiliki izin operasi yang sah dari pemerintah.
Fakta Penting
Pejabat senior distrik Manish Kumar mengungkapkan bahwa operasi penyelamatan terus dilanjutkan setelah ditemukannya empat jenazah tambahan pada hari itu. “Kami akan melanjutkan operasi penyelamatan lagi besok,” ujarnya dilansir AFP, Sabtu (7/2/2026). Ledakan ini menjadi perhatian internasional karena menunjukkan masalah struktural dalam sektor pertambangan ilegal di India.
Dampak
Bencana ini menimbulkan kecaman dari berbagai pihak atas ketidakamanan di tambang-tambang ilegal. Masyarakat setempat menuntut pemerintah untuk memperketat regulasi dan memberikan perlindungan lebih baik bagi para pekerja tambang. Ledakan ini juga menjadi pengingat penting tentang dampak negatif dari pertambangan ilegal yang merenggut nyawa banyak orang.
Bertambahnya korban tewas akibat ledakan di tambang batu bara ilegal di India menegaskan urgensi perluasan pengawasan dan penerapan standar keselamatan yang lebih ketat. Kejadian ini juga menggugah pertanyaan tentang bagaimana pemerintah akan menangani masalah pertambangan ilegal yang meresahkan masyarakat.
“`












