
Program makan bergizi gratis (MBG) yang mulai dijalankan di sejumlah sekolah menandai langkah penting negara dalam menyiapkan prasyarat biologis belajar murid. Asupan gizi yang diterima murid di sekolah tidak bekerja secara instan meningkatkan prestasi, melainkan berperan menjaga kestabilan energi, daya tahan fisik, dan kesiapan mental selama proses belajar berlangsung.
Ketika kebutuhan dasar tubuh terpenuhi, risiko kelelahan dini, gangguan konsentrasi akibat lapar, dan fluktuasi emosi dapat ditekan. Namun manfaat gizi ini tidak berdiri sendiri. Asupan makanan pada jam belajar juga memengaruhi kondisi fisiologis murid, termasuk kemungkinan munculnya rasa kantuk atau penurunan konsentrasi sesaat.
Karena itu, gizi menyediakan energi biologis, tetapi bagaimana energi tersebut diolah menjadi perhatian, pemahaman mendalam, dan keterlibatan belajar sangat ditentukan oleh kualitas pengalaman belajar yang menyertainya.












