
Latar Belakang
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menanggapi protes atas kualitas menu makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan. Banyak pihak menilai makanan yang disediakan tidak memenuhi standar gizi yang diperlukan, terutama untuk masyarakat yang membutuhkan. Yahya mengungkapkan bahwa anggaran makanan untuk MBG direncanakan sebesar Rp 10 ribu per porsi, bukan Rp 15 ribu seperti yang sering diberitakan.
Fakta Penting
Yahya menjelaskan, “Anggaran makanan untuk MBG adalah Rp 10.000 per porsi. Sedangkan anggaran Rp 15 ribu mencakup Rp 2 ribu untuk insentif yayasan, Rp 3 ribu untuk operasional, dan Rp 10 ribu untuk makanan.” Ia juga menegaskan pentingnya peran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan kualitas makanan selama Ramadan.
Dampak
Protes atas kualitas MBG menunjukkan kelemahan dalam pengawasan dan alokasi anggaran. Komisi IX DPR menyerukan perketatan pengawasan untuk memastikan masyarakat mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi. Ini juga menjadi peringatan agar program pemerintah lebih transparan dan akuntabel.
Penutup
Kontroversi Menu MBG Ramadan tidak hanya menjadi isu gizi, tetapi juga mengekspos kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program pemerintah. Dengan perketatan pengawasan, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.












