Parlemen Tanpa Ambang Batas: Partai Buruh Ajak Perubahan Radikal
Partai Buruh menantang usulan NasDem untuk meningkatkan parliamentary threshold menjadi 7%. Dengan tegas, partai ini mengusulkan penghapusan ambang batas parlemen sepenuhnya, menyarankan angka 0% sebagai solusi yang lebih demokratis. Presiden Partai Buruh, Saiq Iqbal, mengemukakan bahwa peraturan ini akan meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia.
Latar Belakang
Perdebatan tentang parliamentary threshold menjadi sorotan publik setelah NasDem mengusulkan kenaikan ambang batas dari 4% menjadi 7%. Namun, Partai Buruh menolak keras usulan ini dan malah mendukung penghapusan sistem ini. Dengan 0% sebagai batas parlemen, Partai Buruh berargumen bahwa hasil pemilihan yang lebih adil dapat terwujud, terutama mengingat presidential threshold sudah berada di angka 0%.
Fakta Penting
– Partai Buruh mendukung pandangan PAN untuk menjadikan parliamentary threshold 0%, demi mencegah suara rakyat sia-sia.
– Saiq Iqbal mengklaim bahwa perubahan ini akan memberikan ruang lebih luas bagi partai-partai kecil untuk berpartisipasi dalam parlemen.
– Usulan Partai Buruh ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas demokrasi, dengan memastikan bahwa setiap suara memiliki bobot yang sama.
Dampak
Jika usulan Partai Buruh diterima, maka hampir 50 juta suara rakyat yang sebelumnya tidak terwakili dalam parlemen akan memiliki tempat. Namun, perubahan ini juga menuai kontroversi, karena beberapa pihak khawatir akan munculnya partai-partai dengan elektabilitas rendah yang dapat mempengaruhi kestabilan pemerintahan.
Penutup
Dengan mengusulkan penghapusan parliamentary threshold, Partai Buruh tidak hanya mengajak perubahan pada sistem politik, tetapi juga menantang masyarakat untuk memikirkan kembali pentingnya representasi yang lebih adil. Apakah Indonesia siap menerima perubahan radikal ini? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban.












