
Latar Belakang
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar rapat darurat setelah serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) menimpa Iran, mengejutkan dunia internasional. Data PBB menunjukkan bahwa 20 kota di Iran terkena dampak serangan tersebut, menimbulkan kekhawatiran luas atas eskalasi konflik.
Fakta Penting
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengingatkan bahwa aksi militer ini memiliki risiko memicu peristiwa tak terkendali di kawasan yang sudah bergejolak. “Kami melihat potensi eskalasi yang berbahaya, terutama dengan adanya laporan tentang pemimpin Iran yang tewas,” ujarnya, meski menekankan bahwa informasi tersebut masih perlu diverifikasi.
Dampak
Serangan ini telah menciptakan gelombang kekhawatiran global. Irak, sebagai tetangga Iran, sudah memperingatkan kemungkinan terjadinya konflik lintas batas. Sementara negara-negara Eropa mengutuk keras tindakan AS dan Israel, menyerukan agar PBB lebih aktif dalam menyuksesikan gencatan senjata.
Penutup
PBB saat ini menjadi pusat harapan untuk menjaga kestabilan di Timur Tengah. Namun, pertanyaan tetap mengemuka: apakah lembaga internasional ini mampu mengendalikan eskalasi yang sudah dimulai? Dunia menunggu jawaban dari rapat darurat ini.












