
Setiap memasuki bulan Ramadan, masyarakat selalu menanyakan dua hal yang sama: apakah stok pangan aman dan apakah harga tetap stabil. Pertanyaan tersebut menjadi relevan karena konsumsi rumah tangga cenderung meningkat selama bulan puasa. Pada komoditas perikanan atau pangan biru, kompleksitasnya bertambah karena produksi sangat dipengaruhi musim, distribusi, dan dinamika pasar global.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pasokan ikan selama Ramadan 2026 berada dalam kondisi aman. Pemerintah menyampaikan kepastian tersebut berdasarkan proyeksi produksi nasional dan simulasi kebutuhan domestik. Data produksi kuartal pertama menunjukkan bahwa suplai masih berada di atas kebutuhan konsumsi bulanan, termasuk saat terjadi lonjakan permintaan musiman.
Pada Januari dan Februari 2026, Indonesia memasuki musim barat yang ditandai gelombang tinggi dan curah hujan besar. Kondisi cuaca tersebut membatasi sebagian aktivitas penangkapan ikan di laut. Meski demikian, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap tetap mencatat produksi dalam tren terkendali karena sistem pemantauan dilakukan secara berbasis pelabuhan dan harian.










