
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan sikap tenang dalam menghadapi keputusan Moody’s Investors Service yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, peringkat utang jangka panjang Indonesia tetap di level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade. Purbaya menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,39% pada kuartal IV dan 5,11% sepanjang 2025 menjadi indikator positif untuk masa depan.
Strategi Investasi
Purbaya memandang bahwa perbaikan ekonomi yang lebih cepat dari perkiraan akan mendorong Moody’s untuk merevisi outlook negatif tersebut. Dengan pertumbuhan yang lebih cepat, peluang investasi dalam negeri semakin menjanjikan, terutama di sektor-sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
Manajemen Risiko
Meski rating kredit mengalami penurunan, Purbaya yakin bahwa peringkat utang jangka panjang yang tetap di level Baa2 menunjukkan bahwa Indonesia masih layak untuk investasi jangka panjang. Namun, investor perlu mempertimbangkan risiko terkait fluktuasi ekonomi global dan kebijakan moneter domestik.
Studi Kasus Sukses
Perbaikan ekonomi Indonesia pada 2025 menunjukkan bahwa strategi fiskal yang efektif dan kondisi makroekonomi yang stabil dapat menjadi kunci untuk membangkitkan optimisme investor. Dengan sikap santai namun fokus pada pertumbuhan, Purbaya memberikan gambaran bahwa Indonesia siap menghadapi tantangan keuangan global.
Penutup:
Strategi yang ditunjukkan oleh Purbaya tidak hanya memberikan keyakinan kepada investor domestik, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki ekonomi. Dengan fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, Indonesia dapat mengubah outlook negatif menjadi positif dalam waktu dekat.








