
Pembuka
Raheem Sterling akhirnya meninggalkan Chelsea setelah dikontrak habis pada Januari 2026, dan bergabung dengan Feyenoord. Keputusan ini menambah deret panjang kontroversi tentang Sterling sebagai investasi yang tidak menguntungkan bagi The Blues.
Analisis Mendalam
Sterling, yang seharusnya menjadi aset kunci Chelsea, jarang memberikan dampak nyata sejak kepindahannya dari Liverpool. Menurut data liga, pemain ini hanya menciptakan 10 gol dalam 53 penampilan untuk Chelsea, jauh dari ekspektasi. Kontrak singkatnya di Feyenoord (sampai akhir musim 2025/26) menunjukkan bahwa klub Belanda juga berhati-hati dalam menilainya.
Statistik Kunci
– Gol: 10
– Assisten: 13
– Menit bermain: 4.700+
Pandangan Pelatih
Beberapa analis menilai bahwa Sterling kurang mampu beradaptasi dengan taktik intensif Chelsea, yang lebih mengutamakan pressing tinggi. Namun, di Feyenoord, dengan gaya bermain lebih bebas, mungkin dia bisa menemukan kembali performa terbaiknya.
Penutup
Sterling mungkin tidak akan pernah menjadi pemain bintang seperti di Liverpool, tetapi Feyenoord bisa menjadi tempat untuk mereinkarnasi kariernya. Bagi para penggemar, ini adalah pelajaran bahwa investasi di bursa transfer haruslah cermat dan didasarkan pada analisis yang mendalam.












