
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah membuka peluang impor minyak selain dari negara Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS). Salah satu negara yang dibidik adalah Rusia.
“Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Saat dikonfirmasi lagi, soal kepastian Rusia masih menjadi salah satu opsi selain Amerika Serikat, Bahlil menegaskan tidak menutup kemungkinan tersebut.








