
Pengaruh Besar BUMN di Pasar Modal
Rosan Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), menegaskan bahwa BUMN memiliki peran strategis di pasar modal Indonesia. Dengan menyumbang hingga 30% dari total kapitalisasi pasar, perusahaan pelat merah menjadi tulang punggung dalam pertumbuhan ekonomi dan investasi di negara ini.
Strategi untuk Meningkatkan Nilai Pasar
Untuk memastikan pasar modal Indonesia mampu mencerminkan nilai sebenar-benarnya perusahaan, Rosan mendukung kerja sama antara Self-Regulatory Organization (SRO), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan BUMN. Dengan kolaborasi ini, diharapkan tercipta lingkungan investasi yang lebih transparan dan efisien.
Implikasi bagi Investor
Investor dapat memanfaatkan dominasi BUMN di pasar modal sebagai indikator kekuatan ekonomi Indonesia. Namun, penting pula untuk memperhatikan faktor risiko, seperti perubahan regulasi dan kondisi makroekonomi, yang dapat mempengaruhi performa saham BUMN.
Rekomendasi untuk Masa Depan
Dukungan Rosan terhadap inisiatif SRO menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia. Ini adalah langkah penting untuk menarik lebih banyak investasi asing dan lokal, sekaligus memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.










